Rabu, 28 Maret 2012

WORKSHOP LINGKUNGAN HIDUP DI BELLARMINUS

sepertinya mulai hari ini tugas gue sebagai sie.lingkungan hidup mulai bertambah. sejak sebelumnya gue diminta untuk ngumpulin plastik-plastik bekas dari anak-anak yang lain atas perintah si ibu 'cantik', sekarang gue harus menerapkan gimana caranya sampah di sekolah gue bisa digunakan untuk hal yang berguna. karena salah satu pembicara tadi yang bernama Kak Sano bilang kalo kita harus bisa MENEMPATKAN sampah pada tempatnya. dan itu mengubah paradigma gue ttg slogan BUANGLAH sampah pada tempatnya.

oh ya, tadi gue sama sie gue lainnya ikut seminar tentang pengelolaan sampah di sekolah Bellarminus. sangat menarik. di sana banyak narasumber yang berkaitan dengan lingkungan hidup. oh ya, yang lebih canggihnya lagi. seminar tadi diliput langsung sama SMART FM (95.9 FM) secara on air. wow *norak

Ini nih salah satu materi yang disampaikan oleh salah satu narasumber yang ada di sana tadi, Kak Sano :
1. Pengelolaan sampah sangat erat kaitannya dengan PRINSIP 3R :
        - REDUCE : mengurangi smapah
        - REUSE : memakai ulang sampah
        - RECYCLE : mendaur ulang sampah
  * Syarat utama supaya 3R bisa efektif : PISAHKAN SAMPAH SEJAK AWAL!!

2. 5 syarat manajemen sampah :
        - peraturan
        - kelembagaan yang mengurus
        - strategi penbiayaan --> modal
        - teknik operasional --> metode
        - peran serta semua pihak

oh ya disana juga ada satu kotak gede gitu. ya ukurannya kira-kira sebesar kulkas. namanya GEMAS (Gerakan Membuang Sampah). jadi, cara kerja mesin itu, kita harus masukin botol plastik bekas dengan barcode menghadap ke atas (ke arah infrared). infrared itu bakal mendeteksi botol yang sesuai sama yang engga. kalo yang sesuai akan 'dimakan' oleh mesin itu dan keluarlah uang koin sebagai hadiah untuk kita. dan jika tidak terdeteksi, botol yang kita masukin bakal keluar lagi di salah satu lubang.

menurut gue sih, itu mesin yang sangat unik. dan baru ada satu di indonesia. sebelumnya juga ada di MONAS, tapi di sana kita bisa masukin botol bekas, kaleng bekas, botol minuman yang berupa kardus dan hadiah yang keluar adalah tiket untuk naik ke puncak MONAS. itu unik banget!

Dari pelatihan tadi juga, ada beberapa ide yang mudah-mudahan dapat diterapkan di sekolah gue :
1. Setiap anak diwajibkan membawa botol minum sendiri dari rumah dan pihak sekolah akan menyediakan
    galon untuk merefill botol minum siswa-siswi yang kosong
2. Setiap kelas diwajibkan untuk membuat, memiliki, dan merawat tempat sampah di kelasnya masing-masing. Dan harus dirawat secara bergantian sesuai dengan piket kelas.
3. OSIS akan memilih salah seorang siswa/siswi untuk menjadi DUTA SAMPAH. Jadi tugas mulia dia
    adalah sebagai 'polisi' sampah. Ya, dia yang akan mengawasi dan mengurus sampah-sampah yang
    dihasilkan tiap harinya dengan bantuan dan peran aktif para siswa lainnya.
4. Operasi semut. Jadi, kalau di sekolah Bellarminus, para guru sudah menerapkan operasi ini. Jadi tiap
    selesai acara di aula, para guru memberi teladan pada siswa dengan membersihkan aula tersebut. Hal ini
    bukan dimaksudkan untuk 'memperbudak' para guru. Tapi supaya siswa-siswi lebih sadar dan peduli lagi
    akan lingkungan hidup.
5. Pengelolaan sampah --> sampah tidak hanya dibuang, tetapi juga dikelola oleh kita untuk menjadi suatu
    barang yang lebih berguna.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar